Senin, 16 Desember 2019

Apakah Akupuntur Itu Aman?

Mulai maraknya pengobatan alternatif pada lima tahun terakhir membuat akupuntur lebih luas dikenal oleh masyarakat dunia, namun dengan sebuah pertanyaan besar, apakah akupuntur itu aman? Akupuntur adalah pengobatan tradisional yang berasal dari China.



Sejak Dinasti Shang berkuasa, pengobatan dengan menusukkan jarum di titik-titik tertentu menjadi cara yang ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ada banyak penelitian yang mempelajari dan mencoba membuktikan keampuhan akupuntur dalam mengatasi penyakit. Berdasar hasil yang didapat, opini-opini masyarakat dan para pakar kesehatan pun berkembang, termasuk pro dan kontra tentang keamanan penggunaan metode ini.

Pro dan Kontra Tentang Akupuntur
Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa luasnya anggapan bahwa pengobatan alternatif memiliki resiko lebih kecil daripada penggunaan obat pabrikan. Anggapan ini tersebar luas karena pengobatan alternatif dekat dengan pengobatan alami sehingga dipercaya memiliki khasiat lebih. Akan tetapi, dalam kasus akupuntur, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keamanannya.

Hal ini diperkuat dengan terjadinya beberapa kasus kegagalan akupuntur yang berujung pada dampak negatif bagi pasien bahkan sampai kematian. Beberapa media mencatat bahwa akupuntur, yang tidak dilakukan oleh seorang yang professional dapat mengakibatkan bengkak, gatal, nyeri, dan pendarahan. Di beberapa kasus lain yang lebih parah, kesalahan saat melakukan akupuntur, seperti kesalahan menusukkan pada titik tertentu dan kedalaman tertentu dapat menyebabkan kerusakan syaraf dan kematian.

Penyebab-Penyebab Kegagalan Pada Akupuntur
Tidak hanya akupuntur, setiap pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi suatu penyakit pasti memiliki resiko, begitu juga akupuntur. Dua hal utama yang sering menyebabkan kegagalan akupuntur adalah penggunaan jarum dan praktisioner akupuntur.

Setiap praktek akupuntur dilakukan jarum yang digunakan harus steril. Jarum yang sudah digunakan pun tidak boleh digunakan lagi. Jarum yang akan digunakan haruslah tersimpan dalam tempat tersegel dan disetujui oleh FDA, suatu lembaga kesehatan yang member ijin legal untuk alat kesehatan termasuk jarum akupuntur. Yang kedua adalah keahlian praktisioner akupuntur itu sendiri. Setiap praktisioner juga harus memiliki sertifikat yang membuktikan profesionalitas praktisioner tersebut.

Akupuntur pada dasarnya digunakan untuk melancarkan aliran Chi, yang merupakan sumber energi kita. Pada saat terjadi masalah kesehatan, chi di titik tertentu kemungkinan tertutup, sehingga alirannya tidak lancer. Maka dari itu, orang yang melakukan praktek akupuntur haruslah orang yang benar-benar mengerti tentang akupuntur dan bagaimana melakukannya dengan aman. Jadi jika Anda mempertanyakan apakah akupuntur itu aman? Jawabannya akan tergantung pada jarum dan praktisioner yang melakukan akupuntur.

0 komentar:

Posting Komentar