Selasa, 17 September 2019

WANITA WAJIB TAHU 4 FASE MENSTRUASI BERIKUT INI!

Datang bulan merupakan fase normal yang akan dialami oleh setiap wanita dalam sebulan sekali. Karena pada saat itu dinding endometrium rahim akan mengalami pengelupasan yang disertai oleh keluarnya darah disebabkan tidak akan sperma yang membuahi sel telur. Sepanjang siklus atau fase menstruasi tersebut terjadi perubahan hormon yang cukup signifikan, hal inilah yang kerap kali menyebabkan wanita yang sedang menstruasi mengalami mood swing atau kondisi mood yang selalu berubah-ubah.



Wanita yang sudah memasuki masa remaja akan mengalami menstruasi ini, menandakan bahwa sebenarnya rahim sudah siap jika nantinya ingin menampung bayi atau mengalami kehamilan. Ada banyak hormon yang bekerja di dalam proses ini, seperti diantaranya adalah esterogen, kemudian juga progesterone FSH, kemudian juga hormon LH dan masih banyak lagi diantaranya. Dalam menstruasi ini juga terbagi atas beberapa fase, berikut ini diantara fase menstruasi yang wajib untuk Anda ketahui, yaitu:

  1. Fase haid atau menstruasi, ini adalah tahapan pertama, dimulai ketika sel telur atau oosit keluar dari ovarium dan tidak terjadi pembuahan, karena tidak terjadi pembuahan tersebut maka makan membuat kadar hormon esterogen dan juga progesteron menurun, dinding rahim yang sudah mengalami penebalan karena seharusnya dijadikan sebagai tempat berkembangnya zigot atau sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma akhirnya juga luruh atau mengalami pengelupasan. Hal inilah yang membuat wanita akan mengeluarkan darah saat memasuki masa menstruasi tersebut. Bahkan juga ditandai dengan beberapa gejala seperti diantaranya adalah kram pada perut, mood swing, payudara yang terasa lebih kencang, sakit pinggang dan sebagainya, karena setiap wanita akan mengalami atau merasakan gejala yang berbeda-beda pada saat haid ini. umumnya siklus ini akan berlangsung antara 3 hingga 7 hari, namun ada juga yang lebih dari 7 hari, masih normal jika seandainya tidak lebih dari 15 hari.
  2. Fase pra ovulasi, dikenal juga sebagai fase folikuler, fase ini dimulai pada saat hari pertama haid, mengingat kala itu hormon perangsang atau FSH mulai meningkat jumlahnya. Hormon FSH ini memiliki peran yang sangat penting karena mendorong atau merangsang indung telur untuk menghasilkan kantong-kantong kecil yang disebut sebagai folikel yang nantinya akan diisi dengan sel telur yang belum matang, kemudian akan membuat produksi esterogen meningkat hingga menyebabkan lapisan rahim menebal, berlangsung sekitar 11 hingga 27 hari.
  3. Fase ovulasi, meningkatnya hormon esterogen nantinya akan menyebabkan produksi hormon LH, di fase inilah nantinya ovulasi akan dimulai, biasanya ada di pertengahan siklus yaitu 2 minggu sebelum menstruasi tersebut terjadi. Ovulasi ini sendiri adalah saat dimana ovarium nantinya akan mengeluarkan sel telur yang sudah matang dan digiring menuju ke tuba falopi, disini biasanya akan terjadi pembuahan jika bertemu dengan sperma.
  4. Fase luteal, ketika folikel nantinya melepaskan sel telur atau terjadi ovulasi, maka bentuknya akan berubah menjadi korpus luteum dan nantinya akan melepaskan hormon esterogen dan juga progesteron. Peningkatan hormon tersebut akan menjaga lapisan rahim agar tetap menebal dan siap untuk dijadikan sebagai tempat menempel oleh zigot. Jika seandainya positif mengalami kehamilan maka tubuh akan menghasilkan hormon HCG, namun jika tidak maka lapisan endometrium tersebut akan meluruh dan terjadilah haid.

0 komentar:

Posting Komentar