Selasa, 30 Juli 2019

Tips Pertama Kali Ajak Anak Balita Anda Traveling

Jadi seseorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya pada sang buah hati. Tidaklah heran bila Nila telah membawa putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen pergi jauh semenjak masih berumur tiga bulan.



Bahkan juga beberapa waktu lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu ajak Sienna yang 1 Desember akan datang genap berumur satu tahun berkeliling-keliling beberapa negara di Eropa. Seringkali bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memonitor taman bacaannya, Nila juga pergi bersama dengan putrinya.

"Esok saya ke Labuan Bajo . Ini perjalanan ke enam Sienna kesana," tutur Nila waktu didapati Wolipop di celah Nutrifood Leadership Award waktu lalu.

Menurut wanita yang telah bertandang ke 32 negara itu, memperkenalkan traveling sedini mungkin pada anak ialah sisi proses dari pembentukan ciri-khasnya.

"Anak dapat belajar menyesuaikan secara cepat saat dewasa nantinya. Makin seringkali traveling, anak akan gampang menyesuaikan dengan sekitar lingkungan," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.

Nila sendiri juga terlatih traveling bersama dengan ke-2 orangtuanya semenjak kecil. Ayah serta ibunya profesinya jadi photografer hingga sering pergi jauh untuk memburu objek-objek unik serta cantik.

Walau umur Sienna belum seluruh satu tahun, Nila merasakan tidak kerepotan mengatur putrinya sepanjang berpelesir, khususnya saat kali pertamanya Sienna pergi jauh. Walau sebenarnya, dia pelesiran tanpa ada pengasuh. Bagaimana dapat?

Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada banyak hal yang butuh dilihat orang-tua yang ingin ajak anak balitanya pergi jauh untuk pertama kali tanpa atau dengan pengasuh.

1. Enjoy, Jangan Kuatir Terlalu berlebih
Lumrah jika orang-tua merasakan kuatir mengingat ini perjalanan jauh pertama buat buah hati mereka. Entahlah itu kuatir masalah kesehatan, persediaan minuman dan makanan, atau baju mereka. "Enjoy saja, jangan begitu kuatir. Soalnya anak sensitif serta dapat merasakan. Jika orang-tua cemas, anak pasti turut rewel," tutur wanita yang lebih suka berekreasi sendiri alias solo traveling itu.

2. Light Traveling,
Bawa barang sekedarnya. Jangan begitu memberatkan beban Anda dengan barang yang terlalu berlebih. Prioritaskan peralatan seperti baju, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) serta rompi penggendong, dan mainan untuk menghibur buah hati.

"Baju seperlunya sebab masih dapat dicuci. Jika makan serta minuman dapat juga dibeli sepanjang perjalanan," kata Nila yang share panduan traveling nyaman dan aman bersama dengan anak di account Instagram @Siennalittleeplorer.

3. Harus Bawa serta Selimut
Buat Nila, benda yang satu ini benar-benar multifungsi hingga harus dibawa. Tidak hanya menghangatkan badan dari udara dingin, selimut berperan jadi alas tidur di saat tempat tidur kurang mencukupi. Kaus kaki serta topi masuk juga dalam daftar wajibnya.

4. Pakai Baby Carrier yang Pas
Waktu mencari jalan pedesaan yang berbatu tentu saja Anda akan kesusahan memakai stroller atau kereta bayi. Karena itu ketahui medan sebelum pergi untuk memakai baby carrier yang pas. Stroller pas untuk jalanan berpermukaan rata. Bila medannya kasar, rompi penggendong bayi mungkin saja pilihan. Yakinkan Anda pun membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi.

0 komentar:

Posting Komentar